Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:02 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ANALISANEWS.ID||BANDUNG BARAT, 30 Agustus 2026

Ratusan generasi muda menyusuri hutan dan lahan kritis di kawasan Lembah Puspa, Gunung Tangkubanparahu, dalam Lomba Lintas Alam Jabar 2026. Ajang ini memperebutkan Piala Bergilir Menteri Lingkungan Hidup RI, Piala Bergilir Gubernur Jawa Barat, dan Piala Bergilir Ketua Umum DPP MPAI sekaligus mengusung tema “Selamatkan Lingkungan Hidup dengan Gerakan Tobat Ekologis”.

Rute sepanjang 5,5 km tersebut sengaja dipilih melewati kawasan yang menjadi fokus program konservasi tahun ini. Setiap peserta diwajibkan membawa botol minum isi ulang dan kantong sampah sendiri yang wajib dibawa hingga garis finish sebagai bentuk kampanye zero waste.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Olahraga Jadi Aksi Nyata Jaga Bumi

Ketua Panitia Lomba Lintas Alam Jabar 2026, Martika Edison, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar adu cepat.

“Kami ingin setiap langkah peserta jadi doa dan tindakan nyata untuk alam. Makanya tahun ini kami angkat tema Gerakan Tobat Ekologis. Tobat dari kebiasaan merusak, kembali ke cara hidup yang ramah lingkungan,” ujar Martika di Lembah Puspa, Desa Cikole, Lembang, Minggu (30/8/2026).

Martika yang juga penggagas Sekolah Alam Budaya Gunung Tangkubanparahu menjelaskan, Gerakan Tobat Ekologis mengajak masyarakat mengurangi sampah plastik, hemat air, tanam pohon, dan menjaga daerah tangkapan air.

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Cikole, Drs. H. Tajudin, M.Ag.

“Lewat Lintas Alam Jabar ini kita buktikan olahraga bisa jadi corong kampanye penyelamatan bumi dan lingkungan hidup di Jawa Barat. Kami sangat mendukung program Gerakan Tobat Ekologis dari Bapak Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia,” katanya.

Deklarasi Dukungan Gerakan Tobat Ekologis

Puncak kegiatan ditutup dengan pembacaan Deklarasi oleh Masyarakat Pencinta Alam dan Penjaga Alam Provinsi Jawa Barat. Isi deklarasi menegaskan komitmen menjaga kelestarian alam, mewujudkan pendidikan dan budaya ekologis, serta bersinergi dengan Kementerian LH RI dan Pemprov Jabar untuk aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Deklarasi dibacakan Deni Jasmara, Aktivis Senior Pencinta Alam Jawa Barat, bersama seluruh komponen masyarakat penjaga alam.

“Kami berkomitmen penuh menjadi garda terdepan melindungi hutan, mata air, dan keanekaragaman hayati di Jawa Barat. Kami menolak perusakan alam dan akan aktif melakukan konservasi sebagai wujud pertobatan ekologis,” demikian salah satu poin deklarasi.

Cari Duta Generasi Muda

Tujuan kegiatan ini antara lain menjadi ajang silaturahmi komunitas pecinta alam se-Jabar, mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan, mendukung program konservasi pemerintah, serta mencari kader generasi muda untuk menjadi “Duta Tobat Ekologis”.

Ketua DPP MPAI, Ngadi Utomo, Henda Surwenda Atmadja, Senior Aktivis Sosial Bandung, serta puluhan komunitas dan lembaga se-Jabar turut memberikan dukungan.

Panitia berharap Lomba Lintas Alam Jabar menjadi agenda tahunan yang memacu daerah menciptakan program lingkungan terbaik.

“Kami ingin mengembalikan hubungan manusia dengan alam. Lintas alam ini simbol perjuangan. Tobat ekologis artinya berhenti merusak, mulai menanam, membersihkan, dan merawat. Olahraga ini jadi wasilahnya,” tegas Martika Edison.**Ipung

Berita Terkait

Pemkot Cimahi Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas Akibat Pembangunan Underpass
APAK Usul Pemprov Jabar Lakukan Efisiensi dan Perampingan Birokrasi
Cegah Ancaman Siber, Cimahi Kembangkan Inovasi SATRIA
Support Pembinaan Atlet Muda, Pemkab Bekasi Sambut Positif Pembangunan GOR Bintang Mahameru Tirta Bhagasasi
Ketua SBNI Jabar Usul Pengelolaan Tambang Pasir dan Batu Lewat BUMD, Tekankan Transparansi dan Lindungi Lingkungan
Pemkot Cimahi Peringati HAN 2026, Kukuhkan Forum Anak Jati Mandiri
BRI Peduli Tambun: Sembako untuk Bekasi, Sinergi untuk Masyarakat
Skandal Fasos-Fasum Bekasi: Camat Setu Diduga Patok Tarif Ilegal, Dana Mengalir ke Rekening Pribadi

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:56 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Rabu, 2 September 2026 - 11:07 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:21 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 15:10 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 14:03 WIB

Bupati Salim Fakhry Pimpin Rakor, Tekankan Sinergi dan Koordinasi Antar-OPD

Selasa, 1 September 2026 - 13:08 WIB

Siswi SMA Negeri 1 Kutacane Juara 2 OBA Tingkat Provinsi, Melaju ke Nasional

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Kapolres Bersama Waka Polres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Kapolres Bersama Waka Polres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran  

Berita Terbaru