Bulog Sumut Tingkatkan Distribusi Beras SPHP dan Perkuat Pasokan Beras Premium untuk Jaga Stabilitas Harga

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:41 WIB

5058 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN –

Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara terus memperkuat langkah stabilisasi pasokan dan harga beras dengan meningkatkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta memperluas pasokan beras premium ke jaringan ritel modern di seluruh Sumatera Utara.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi berkurangnya pasokan beras di pasaran menjelang puncak musim panen padi yang diperkirakan baru berlangsung pada akhir Agustus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi ketersediaan beras dan mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa Bulog telah mengambil langkah cepat dengan memperbanyak titik distribusi beras SPHP agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Memang terdapat potensi penurunan pasokan beras ke pasar karena saat ini musim panen gadu baru mulai berlangsung sehingga volume panen belum mencapai puncaknya. Karena itu kami memperbanyak titik pendistribusian beras SPHP,” ujar Budi.

Menurutnya, distribusi beras SPHP kini ditingkatkan dari sekitar 300 ton per hari menjadi 450 ton per hari. Penyaluran dilakukan secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara melalui pasar tradisional,

Rumah Pangan Kita (RPK), outlet penjualan di kantor dan gudang Bulog, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Budi menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras karena stok yang dimiliki Bulog dalam kondisi aman dan mencukupi.

Selain itu, beras SPHP juga telah tersedia di berbagai jaringan ritel modern, termasuk Indomaret dan sejumlah gerai lainnya, dengan harga eceran tertinggi sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 per kemasan 5 kilogram.

Di samping memperkuat distribusi beras SPHP, Bulog Sumut juga meningkatkan ketersediaan beras premium melalui kerja sama dengan sejumlah penggilingan padi untuk memasok kebutuhan ritel modern, termasuk Berastagi Supermarket.

“Kami telah bekerja sama dengan beberapa penggilingan padi untuk memasok beras premium ke ritel modern. Ke depan, kerja sama ini akan terus diperluas agar beras premium tersedia secara merata di berbagai ritel modern,” jelas Budi.

Ia memastikan harga beras premium yang dipasarkan tetap mengikuti ketentuan pemerintah, yakni maksimal Rp15.400 per kilogram atau Rp77.000 per kemasan 5 kilogram.

Budi menambahkan, upaya Bulog tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai bagian dari strategi menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan harga beras di pasaran, serta mendukung pengendalian inflasi daerah.

“Dengan sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis kebutuhan beras masyarakat Sumatera Utara dapat terpenuhi dengan baik sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” tutupnya.(AVID)

 

Berita Terkait

‎Milad ke-7, Pelita Konstitusi Resmi Luncurkan Pilarsatuarah.com dan Buku Hukum Pidana Anak ‎
Dari Warung Kopi ke Posko Kesehatan: Cerita Dedi Cemot yang Makin Semangat Hidup Sehat Sejak Adanya PKL Mahasiswa Keperawatan Universitas Imelda ke Blok 6 Helvetia
Perketat Pengamanan, Rutan I Medan Terjunkan Ratusan Personel APH Gabungan Lancarkan Razia dan Tes Urine Warga Binaan
Lahan Nameng Jadi Sorotan, PT Aplus Pacific: Selesaikan dengan Data, Bukan Framing
Perkuat Keamanan, Lapas Sibolga Gandeng APH Laksanakan Razia Gabungan Kamar Hunian
Dinilai Tak Mampu Bangun Sinergi dengan Media, Ketua AJMI dan Pokja Media Online Minta Pangdam I/BB Evaluasi Kasi Media Online
Komitmen Bersih dari Halinar, Lapas Kelas IIA Binjai Gelar Penggeledahan dan Tes Urine WBP
Mengetuk Pintu Rumah Warga: Aksi Nyata Mahasiswa Keperawatan Imelda Menyapa Blok 6 Helvetia

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 07:30 WIB

Negara Turun Menertibkan Tambang Geumpang, Tetapi Publik Menunggu Ketegasan yang Sama terhadap Pemodal dan Pengendali Operasi

Selasa, 22 September 2026 - 02:48 WIB

Penertiban Tambang Geumpang Jadi Sorotan: Warga Lokal Terdesak, Dugaan Pemodal Cina dan Asing Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026 - 05:53 WIB

133 Alat Berat Disebut Masih Bergerak di Geumpang, Setelah Ultimatum 23 Juli 2026 Penertiban Kembali Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 02:41 WIB

Warganet Pertanyakan Tambang Ilegal Aceh, Penertiban Dinilai Perlu Menyasar Pemodal dan Pemilik Alat Berat

Sabtu, 19 September 2026 - 23:57 WIB

Tambang Ilegal Geumpang Kembali Disorot, Warganet Singgung Wakil Bupati, APW dan LLA Desak Aktor Utama Dibongkar

Selasa, 15 September 2026 - 02:17 WIB

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Diduga Tak Tersentuh Pengawasan, Alat Berat Terus Beroperasi, LLA Akan Laporkan ke Polda Aceh

Sabtu, 12 September 2026 - 17:46 WIB

Tambang Emas Ilegal dan Ancaman Merkuri di Geumpang Disorot, Negara Didesak Membongkar Rantai Pasok Bahan Berbahaya

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:27 WIB

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana Ukir Sukses HUT Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru