Banjir hingga PKH Tak Tepat Sasaran Jadi Aspirasi Utama Warga dalam Reses Eko Afrianta Sitepu

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:18 WIB

5069 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Hanura, Eko Afrianta Sitepu, menggelar Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 Tahun Anggaran 2026 di Jalan Pijer Podi, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk temu ramah bersama masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) V ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.

Dalam suasana dialog yang berlangsung terbuka, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi mulai dari persoalan banjir, perbaikan drainase, keamanan lingkungan, hingga penyaluran bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran.

Salah seorang warga, Riari Sembiring, mengeluhkan banjir yang kerap terjadi setiap kali hujan turun. Menurutnya, kondisi tersebut diperparah oleh saluran drainase yang hanya tersedia di satu sisi jalan sehingga aliran air tidak berjalan maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap hujan selalu banjir. Kami berharap pemerintah segera membangun drainase di sisi jalan yang belum ada agar genangan air bisa teratasi,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Ibu Sianturi, warga Jalan Sedap Malam I. Ia mengatakan drainase di lingkungannya mengalami penyumbatan sehingga setiap hujan kawasan tersebut selalu tergenang air.

“Kami mohon agar drainase segera dibersihkan dan diperbaiki karena setiap hujan rumah warga terdampak banjir,” katanya.

Sementara itu, Ibu Br Sitepu menyampaikan persoalan administrasi kependudukan, khususnya terkait Kartu Keluarga (KK), yang diharapkan mendapat perhatian dan pendampingan dari pemerintah.

Persoalan keamanan lingkungan juga menjadi perhatian warga. Sabrina Br Sembiring, warga Jalan Parang I, meminta pemerintah memasang polisi tidur di ruas jalan lingkungan karena sering digunakan pengendara untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Suara kendaraan yang kebut-kebutan sangat mengganggu dan membahayakan warga, terutama anak-anak. Kami berharap dipasang polisi tidur,” ungkapnya.

Selanjutnya, Hernawati Br Ginting, warga Jalan Parang, mengusulkan pembangunan drainase di gang tempat tinggalnya yang hingga kini belum memiliki saluran pembuangan air.

“Ketika hujan turun, air tidak memiliki saluran sehingga menggenangi gang dan rumah warga,” ujarnya.

Di sisi lain, Ibu Nor menyoroti penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH). Menurutnya, masih terdapat penerima bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru belum memperoleh manfaat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Eko Afrianta Sitepu menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi catatan penting dan diperjuangkan melalui DPRD Kota Medan agar dapat ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung mendengar keluhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami bawa dan perjuangkan agar mendapat perhatian pemerintah. Persoalan banjir, drainase, keamanan lingkungan, administrasi kependudukan, hingga bantuan sosial harus menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Eko.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing sehingga solusi dapat dirumuskan bersama antara legislatif dan pemerintah.

“Kami ingin pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, komunikasi antara warga dan wakil rakyat harus terus terjalin agar setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” pungkasnya.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dihadiri tokoh masyarakat, perangkat lingkungan, serta warga Kecamatan Medan Johor yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat mereka.

Berita Terkait

Puluhan Personel TNI, Polri dan BNNK Razia Lapas Pancur Batu, Ratusan Warga Binaan dan Petugas Jalani Tes Urine
‎Milad ke-7, Pelita Konstitusi Resmi Luncurkan Pilarsatuarah.com dan Buku Hukum Pidana Anak ‎
Dari Warung Kopi ke Posko Kesehatan: Cerita Dedi Cemot yang Makin Semangat Hidup Sehat Sejak Adanya PKL Mahasiswa Keperawatan Universitas Imelda ke Blok 6 Helvetia
Perketat Pengamanan, Rutan I Medan Terjunkan Ratusan Personel APH Gabungan Lancarkan Razia dan Tes Urine Warga Binaan
Lahan Nameng Jadi Sorotan, PT Aplus Pacific: Selesaikan dengan Data, Bukan Framing
Perkuat Keamanan, Lapas Sibolga Gandeng APH Laksanakan Razia Gabungan Kamar Hunian
Dinilai Tak Mampu Bangun Sinergi dengan Media, Ketua AJMI dan Pokja Media Online Minta Pangdam I/BB Evaluasi Kasi Media Online
Komitmen Bersih dari Halinar, Lapas Kelas IIA Binjai Gelar Penggeledahan dan Tes Urine WBP

Berita Terbaru