DELI SERDANG — Yayasan Bidayatul Hidayah terus menunjukkan komitmen nyata dalam membangun karakter religius anak didik sejak dini. Melalui program pembinaan rutin, sekolah ini mewajibkan para murid kelas 4, 5, dan 6 untuk mengikuti kegiatan praktik sholat secara disiplin setiap harinya. Program ini dirancang guna membentuk kedisiplinan beribadah sekaligus menanamkan kecintaan terhadap syariat Islam sejak usia sekolah dasar.
Di balik sukses dan khidmatnya kegiatan pembinaan keagamaan ini, dedikasi luar biasa datang dari para tenaga pendidik. Sebanyak 3 guru wanita inspiratif di Yayasan Bidayatul Hidayah mendadak menjadi sorotan publik dan perbincangan hangat di kalangan media lokal. Mereka adalah Umi Lala, Umi Nanda, dan Umi Una (serta jajaran guru pembimbing lainnya) yang dengan penuh kesabaran membimbing, mengoreksi gerakan, serta memantau tata cara beribadah para siswa secara langsung.

Kehadiran para guru teladan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga sebagai figur ibu kedua yang mendampingi tumbuh kembang akhlak anak-anak didik. Dengan pendekatan yang ramah dan penuh kasih sayang, para guru memastikan setiap murid mampu melaksanakan rukun Islam dengan baik dan benar.

Ibuk kepala sekolah yayasan Bidayatul Hidayah ibuk ( Nurul ) juga harus memberikan penghargaan atau apresiasi kepada guru – guru yg sudah berhasil mendidik anak-anak muridnya Dari awal hingga akhir.

Kegiatan yang berpusat di Jln. Makmur Pasar 7, Gg. Ujung Batu ini mendapat apresiasi positif dari para orang tua murid serta masyarakat sekitar. Yayasan Bidayatul Hidayah berharap melalui pembinaan konsisten seperti ini, para siswa kelak tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah, taat beragama, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat.
Ditebitkan oleh: Media Analisa News
( Dedek prayoga K.kabiro )
28 september 2026

































