APAK MEMPERTANYAKAN KINERJA GUBERNUR JAWA BARAT DEDI MULYADI.

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 16:55 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Analisanews.id, – Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) mempertanyakan kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepanjang tahun anggaran 2026. Sorotan meliputi kondisi fiskal, rencana pembiayaan Rp3,4 triliun, tata kelola pemerintahan, hingga efektivitas pelayanan publik.

Ketua Umum APAK, Rd. Yadi Suryadi menegaskan, kritik yang disampaikan lembaganya merupakan bagian dari fungsi kontrol publik, bukan serangan personal terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Yang kami pertanyakan bukan pribadi gubernur, tetapi bagaimana kebijakan dijalankan dan apa dampaknya bagi masyarakat. APBD adalah uang rakyat, penggunaannya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Yadi di Bandung, Rabu (24/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Soroti Perubahan Defisit

APAK menyoroti perubahan proyeksi fiskal Pemprov Jabar 2026. Sebelumnya Pemprov menyebut potensi defisit mencapai Rp5,7 triliun, kemudian direvisi menjadi Rp3,4 triliun setelah rekonsiliasi.

Dalam pembahasan APBD Perubahan 2026, pendapatan daerah ditargetkan Rp27,85 triliun sementara belanja direncanakan Rp30,82 triliun.

“Perubahan proyeksi yang cukup signifikan ini perlu dijelaskan dasarnya kepada publik agar masyarakat memahami kondisi fiskal daerah secara utuh,” kata Yadi.

Rencana Pembiayaan SMI Rp3,4 Triliun

Selain defisit, APAK juga menyoroti rencana pembiayaan daerah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp3,4 triliun.

Yadi menilai, karena nilainya besar dan berdampak pada APBD tahun-tahun mendatang, pemerintah wajib membuka informasi secara detail terkait peruntukan, skema pengembalian, tenor, bunga, serta risiko fiskal.

“Jika pembiayaan itu memang dibutuhkan, masyarakat berhak tahu untuk apa dan bagaimana cara mengembalikannya. Jangan sampai pembiayaan hari ini justru mempersempit ruang fiskal di masa depan,” tegasnya.

APAK mendorong Pemprov Jabar memperkuat pendapatan asli daerah melalui optimalisasi pajak, kinerja BUMD, dan perbaikan pelayanan perpajakan.

Tata Kelola dan UMSK 2026

Di sektor tata kelola, APAK menekankan setiap kebijakan harus memiliki dasar perencanaan, indikator keberhasilan, sumber pembiayaan, dan mekanisme pengawasan yang jelas.

“Ukuran keberhasilan bukan berapa banyak program yang diumumkan, tapi berapa banyak masalah rakyat yang benar-benar selesai,” ujarnya.

APAK juga menyoroti persoalan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Jabar 2026, termasuk putusan PTUN Bandung dan proses banding yang berjalan. Menurut Yadi, pemerintah harus memastikan kebijakan ketenagakerjaan berjalan transparan, berkepastian hukum, serta melindungi kepentingan pekerja dan pengusaha.

“Kritik adalah bagian dari demokrasi. Pemerintah harus siap dikritik dan menjawab berbasis data,” pungkas Yadi.

Yadi mengajak DPRD Jabar, akademisi, media, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama mengawal pengelolaan anggaran dan pembangunan di Jawa Barat.**

Berita Terkait

Atasi Kemarau Panjang, Pemkot Cimahi Gelar Shalat Istisqo di Alun-Alun
Sukses Besar! Open Tournament Catur Piala Panglima TNI di Bandung Diserbu 930 Peserta
Asgar Nusantara Ngahiji – Rangka Prabu Siliwangi yang Sebenar Benarnya.
Warga Cikarang Surati Kepala Daerah, Minta Penyusunan RDTR Cikarang Timur Tak Korbankan Sawah dan Picu Banjir
Dimediasi BPD, Internal Panitia Pilkades Bantarjaya Kembali Solid Usai Miskomunikasi Anggaran
Ketua JMI Gobin: Dugaan Pemerasan oleh Oknum Wartawan Harus Di usut Tuntas
Sengkarut Pilkades Desa Bantarjaya, Bendahara Panitia Pilkades Mengundurkan Diri!
Diduga Gelapkan Dana Warga, Oknum Ketua RT di Sukamaju Tambelang Tak Kunjung Selesaikan Balik Nama Sertifikat dan SPPT PBB

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:10 WIB

Gerak Cepat Unit Identifikasi Polres Aceh Tenggara, Tangani TKP Warga Meninggal di Perapat Sepakat

Rabu, 23 September 2026 - 15:14 WIB

Malam Hari, Polsek Lawe Sigala-gala Gelar Razia KRYD, Cegah Gangguan Kamtibmas

Selasa, 22 September 2026 - 16:26 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 56 Perkara di Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara

Selasa, 22 September 2026 - 11:48 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 56 Perkara di Kejaksaan Negeri

Senin, 21 September 2026 - 22:00 WIB

Banjir Susulan Terjang Desa Kuning I, Polsek Bambel Respon Cepat Amankan Jalur Nasional

Senin, 21 September 2026 - 20:30 WIB

Angin Kencang Disertai Hujan Deras, Plafon IGD RSUD Kutacane Ambruk

Senin, 21 September 2026 - 17:34 WIB

Kasat Binmas Aceh Tenggara menjadi Pembina Upacara, Pesan Jauhi Narkoba dan Knalpot Brong serta Siswa Bijak Bermedia Sosial

Senin, 21 September 2026 - 15:55 WIB

Strong Point Pagi Hari, Personel Polres Aceh Tenggara Perkuat Pengaturan Lalu Lintas di Titik Rawan

Berita Terbaru

EKONOMI & BISNIS

APAK MEMPERTANYAKAN KINERJA GUBERNUR JAWA BARAT DEDI MULYADI.

Kamis, 24 Sep 2026 - 16:55 WIB