Cegah Banjir Masuk Permukiman, Wakapolres Gayo Lues Pimpin Pembuatan Bendungan Darurat di Aliran Sungai Aih Bobo

ANALISA NEWS

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 15:56 WIB

50194 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Gayo Lues. Pada Minggu, 4 Januari 2026, aparat keamanan dari unsur Polri, TNI, dan masyarakat bergotong-royong membangun bendungan pengalihan air sementara di aliran bantaran Sungai Aih Boboh Rigeb, Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Gayo Lues, Kompol Edi Yaksa S.Sos, didampingi Kapolsek Blangkejeren, IPTU Syamsuddin, S.H.

Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat menjadi bagian dari komitmen institusi untuk berada bersama warga, khususnya dalam situasi yang berisiko terhadap keselamatan dan kenyamanan hidup masyarakat. Banjir yang kerap mengancam pemukiman warga akibat aliran Sungai Aih Bobo Rigeb yang meluap menjadi latar belakang kegiatan ini. Bendungan pengalihan yang dibuat secara manual itu dirancang agar aliran sungai tidak lagi masuk ke kawasan permukiman, melainkan mengikuti satu jalur yang lebih aman.

Personel gabungan dari Polres Gayo Lues, Polsek Blangkejeren, Brimob Batalyon 4 Kompi C Pelopor, serta anggota TNI dari Batalyon TP 855 Sangir turun langsung bersama masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas juga tampak aktif di lapangan, memobilisasi partisipasi warga dan memberikan dukungan teknis dalam pelaksanaan kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanpa menggunakan alat berat, pembangunan bendungan dilakukan secara sederhana namun efektif. Batu-batu besar dikumpulkan dari sekitar bantaran sungai, kemudian disusun berlapis secara manual untuk menciptakan penghalang permanen sementara yang mampu mengalihkan arus ke alur sungai utama. Di tengah keterbatasan, kegiatan ini menjadi simbol nyata dari kerja bersama untuk kepentingan lingkungan dan keselamatan bersama.

Kapolsek Blangkejeren, IPTU Syamsuddin, S.H. menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan merespons potensi bencana, tetapi juga menguatkan kembali nilai-nilai gotong-royong di tengah masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa aparat bukan hanya hadir saat penegakan hukum, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan bantuan dalam hal-hal yang menyangkut keseharian mereka, termasuk persoalan lingkungan,” ujarnya di sela kegiatan.

Sinergitas antara lembaga kemanan dan masyarakat tampak jelas dalam aktivitas tersebut. Tidak ada sekat jabatan, semua turut bekerja secara setara membenahi aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan dan sekaligus ancaman bila tidak dikelola dengan baik. Bagi warga Desa Rigeb, kegiatan ini menjadi bukti hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, sekaligus bentuk nyata dari pengabdian aparat kepada publik.

Wakapolres Gayo Lues, Kompol Edi Yaksa S.Sos, yang turun langsung ke lokasi, menyebut bahwa kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata penguatan hubungan Polri dan TNI dengan masyarakat. “Kami berharap, ke depan masyarakat tidak lagi was-was terhadap banjir akibat luapan sungai. Ini adalah langkah awal, dan kami akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menjaga lingkungan desa tetap aman dan nyaman,” ungkapnya.

Gotong-royong yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu ditutup dengan pengecekan jalur aliran air pasca penyusunan batu-batu sungai. Meski hanya berupa pengalihan sementara, namun secara teknis struktur yang dibentuk diyakini akan mampu menahan laju air masuk ke kawasan permukiman. Masyarakat Desa Rigeb menyambut positif kegiatan ini, sekaligus merasa lebih tenang menghadapi musim hujan ke depan.

Selain manfaat praktis dari pembangunan bendungan tersebut, kegiatan ini juga membawa dampak psikologis yang penting bagi warga yang terdampak. Di tengah berbagai tantangan pasca bencana, kolaborasi antara aparat dan warga mampu membangkitkan kembali semangat bersama. Dalam suasana sederhana itu, muncul harapan bahwa semangat gotong-royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi persoalan apapun.

Kegiatan karya bakti ini turut memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang akhir-akhir ini sering terkikis akibat kehidupan yang semakin individualistik. Di tengah derasnya modernisasi, kegiatan ini mengingatkan bahwa menyelesaikan persoalan tidak selalu harus dengan teknologi tinggi, melainkan dengan kerja bersama, niat tulus, dan kepedulian terhadap sesama.

Situasi sepanjang kegiatan berlangsung aman dan tertib. Hingga kegiatan ditutup pada pukul 12.00 WIB, tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Semua berjalan dengan hasil nyata—sungai yang mengancam kini telah diarahkan, dan masyarakat kembali merasa terlindungi.

Bhakti sosial dan gotong royong ini bukan saja menjadi bentuk pengabdian aparat dalam pembangunan sosial, namun juga moral. Di saat banyak pihak berpolemik tentang siapa yang paling bertanggung jawab dalam menghadapi bencana, mereka yang turun langsung ke sungai membuktikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak mengenal sekat waktu, jabatan, maupun status. Ketulusan dalam pelayanan inilah yang menjadikan kehadiran negara terasa nyata di pelosok-pelosok negeri. (Abdiansyah)

Berita Terkait

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara
Guslin Tinjau Langsung Pekerjaan Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pemerintah Harap Banjir Berulang di Gayo Lues Bisa Dikurangi
Pemulihan Pascabanjir di Gayo Lues Dipercepat, Pemerintah Pusat Kirim 13 Excavator dan 3 Trado untuk Pekerjaan Lapangan
Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gotong Royong Bersihkan Masjid Taqwa Kong Paluh
Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria, Sita 0,14 Gram Sabu Blangkejeren, 15 Oktober 2026
Berawal dari Informasi Masyarakat, Polisi Amankan Dua Pria Terkait Sabu di Gayo Lues Blangkejeren 15 Oktober 2026
Warga dan Satgas TMMD Antusias Bangun RTLH Warga Kampung Pepelah

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:12 WIB

PPWI Ogan Ilir Resmi Laporkan Dugaan Setoran Kepala Sekolah Ke Polda Sumsel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Jangan Jadi Stempel Pengusaha THM! Kami Datang Bukan Untuk Didengar, Tapi Untuk Dilaksanakan!

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:06 WIB

APAK Kawal Ketat Program PRAKARSA Rp100 Juta per RW, Tutup Celah Korupsi!

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Kepsek SMAN Plus Riau Luruskan Isu LKBB, Tegaskan Jaga Kepercayaan Sponsor

Jumat, 25 September 2026 - 00:04 WIB

Kapolres Simalungun Sambangi Bupati, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Pelayanan Publik

Kamis, 24 September 2026 - 23:28 WIB

Pemerintah Kabupaten Pringsewu & Pemkot Tangerang Selatan Jalin Kerjasama Replikasi SISGITA

Selasa, 22 September 2026 - 01:40 WIB

BPK Sumsel Bantah Larang Sekolah Berlangganan Media, Lalu Siapa yang Hentikan Kemitraan di Ogan Ilir?

Sabtu, 19 September 2026 - 17:13 WIB

Bantah Jadi Dalang Demo di Karawang, Jenal Aripin: Saya Justru Sudah Laporkan ke Gubernur

Berita Terbaru