Rohil —Seorang pelamar PPPK tahap II di Rohil kini disorot publik, setelah bersangkutan diketahui mengikuti pelaksanaan ujian SKD baru baru ini di pekanbaru.
Diketahui, peserta calon PPPK tahap II dari Rohil tersebut tercatat pernah bekerja sebagai honorer di kantor Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotiks), diduga jarang masuk kantor dan tidak pernah terlihat dalam kegiatan apel kedinasan.
Belakangan diketahui, bersangkutan inisial TR calon PPPK tahap II tahun 2025 dari Pegawai Non ASN atau petugas honorer Diskominfotiks Rohil tersebut ikut diduga terlibat dalam politik praktis memberikan dukungan kepada salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Rohil tahun 2024 lalu.
Kepala BKPSDM Rohil Drs. Acil Rustianto, M.Si.Disinggung soal keterlibatan pelamar calon PPPK tahap II asal Rohil yang ikut ujian kompetensi di Pekanbaru diduga terlibat dalam politik praktis pada Pilkada 2024 lalu, ditambah jarang terlihat masuk Kantor dan kegiatan apel kedinasan, Kepala BKPSDM Rohil mengatakan pihaknya akan menyikapi hal terseut ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) jika terbukti tidak netral bisa digugurkan.
” Kami sifatnya hanya menerima, seperti peserta PPPK yang ikut seleksi dengan kriteria yang ditentukan, salah satunya pengalaman kerja dua tahun tidak terputus ditambah SK dan SPTJM dari instansi tempat mereka bekerja, soal keterlibatan ikut berpolitik praktis maka kami akan koordinasi dengan Bawaslu dan jika terbukti maka akan kami laporkan ke BKN dan itu bisa di gugurkan,” Pungkasnya.
Ditempat yang berbeda, Kasubag Umum dan Kepegawaian Diskominfotik Rohil Muhammad Rauf ketika di konfirmasi awak media tidak menapik, bahwa dirinya menyampaikan jarang melihat bersangkutan bertugas di kantor tersebut. Sebab menurutnya selama bersangkutan bekerja di Kominfo dia tugaskan oleh Kepala Diskominfotiks sebagai kameramen pengambilan dokumentasi aktivitas Bupati.
” Awalnya pada tahun 2022, dia memang bekerja Diskominfotiks Rohil sebagai kameramen pengambilan dokumentasi aktivitas Bupati, namun pada 2023 yang bersangkutan dipindahtugaskan bekerja di bagian protokol,” Kata Muhammad Rauf, Selasa (20/05/2025).
Sementara, Kabid IKP Diskominfotiks Rohil Juni Rahmat, SE., MM., ketika di konfirmasi wartawan ikut menyampaikan dirinya sama sekali tidak pernah mengetahui yang bersangkutan pernah bertugas sebagai tenaga honorer di Kantor Kominfo Rohil.
” Saya tidak tahu dengan orang yang bersangkutan, sebab saya baru masuk disini terhitung Bulan Maret 2024,” Kata Kabid IKP Diskominfotiks Rohil.
Disisi lain, Kabag Protokol kabupaten Rohil Mardiah, masih belum berhasil di lakukan konfirmasi untuk memastikan keberadaan peserta PPPK asal Rohil tersebut.